Keripik Singkong Garam Merah Muda - 5oz. (6-Pack)




Kentang dari Tropis
Masyarakat adat di Amazon telah membudidayakan umbi-umbian yang dikenal sebagai singkong selama berabad-abad. Makanan pokok bertepung yang lezat dan serbaguna ini menjadi inti dari hidangan tradisional di seluruh dunia. Kami mengiris tipis, memasak dalam porsi kecil, dan membumbui singkong menggunakan bahan-bahan organik, mengubahnya menjadi camilan renyah dan gurih yang bikin nagih. Minggir, kentang—ada keripik baru di kota!
Informasi Kemasan
Berat bersih: 5 oz (140 g).
Informasi Gizi
Sekitar 5 porsi per kemasan. Ukuran porsi: sekitar 14 keripik (1 oz / 28 g). Kalori per porsi: 140.
- Total lemak: 6 g (9% AKG); lemak jenuh: 3 g (15%); lemak trans: 0 g; lemak tak jenuh ganda: 0 g; lemak tak jenuh tunggal: 2 g.
- Kolesterol: 0 mg (0% AKG); natrium: 40 mg (2%).
- Total karbohidrat: 21 g (8% AKG); serat pangan: 0 g (0%); total gula: 1 g; termasuk 0 g gula tambahan (0%).
- Protein: 0 g.
- Vitamin D: 0 mcg (0% AKG); kalsium: 0 mg (0%); zat besi: 0 mg (0%); kalium: 0 mg (0%).
Persen AKG berdasarkan diet 2.000 kalori.
Bahan
Akar singkong dan minyak kelapa adalah bahan organik. Daftar bahan lengkapnya adalah akar singkong, minyak kelapa, dan garam Himalaya merah muda.
Informasi Alergen
Mengandung kelapa. Diproses di fasilitas yang juga memproses susu, kedelai, dan kacang pohon.
Sertifikasi
- B Corporation Bersertifikat
- USDA Organic
- Non-GMO Project Verified
Berakar pada Regenerasi
Tumbuh di tanah Amazon yang selaras dengan pohon pisang kami, singkong organik tumbuh subur di samping tanaman lain di hutan. Ini membantu membangun tanah yang sehat, tangguh, dan produktif serta memastikan camilan kami baik untuk manusia dan planet, membangun harapan untuk masa depan yang regeneratif.
Pesan Pendiri
“Berbuat baik. Lindungi planet. Hormati satu sama lain. Dan jalani hidup dengan penuh semangat.” Pendiri Caue Suplicy menjelaskan fokus Barnana untuk berbuat baik bagi manusia dan planet, mendukung praktik pertanian adil organik dan regeneratif dengan komunitas adat, serta menciptakan resep sederhana dari bahan-bahan yang ditemukan di alam.